Ucapan Belasungkawa pada Mbah Surip Mengalir di Facebook

0
323

mbah suripRibuan penggemar Mbah Surip seakan tak percaya atas berita meninggalnya, Selasa (4/8) pagi ini. Situs jejaring sosial Facebook dipenuhi dengan ucapan duka cita, tak percaya, respek, kesan-pesan dan aneka ungkapan perasaan penggemarnya.
“Innalillahi wa inna illaihi roji’un… telah meninggal dunia seorang sahabat sederhana, rakyat biasa, dan pemusik jalanan kita: Mbah Surip. Mbah Surip meninggal dunia pukul 10.30 WIB Selamat jalan kawan…,” tulis Oyos Saroso, wartawan dan penyair di Lampung, teman Mbah Surip sewaktu masih jadi penyanyi jalanan di Taman Ismail Marzuki dan Gelanggang Remaja Bulungan, Jakarta.

“Tuhan memilih Mbah Surip meninggal di saat puncak popularitasnya melangit. Tak ada yang mengira secepat itu. Itulah kekuasaan Tuhan. Semoga amal baik Mbah Surip diterima Tuhan yang Benar,” ujar salah seorang penggemarnya

Mbah Surip adalah korban industrialisasi. Di usianya yg uzur, ia dipaksa dan diforsir untuk terus tampil dan tampil. Popularitas telah membunuh Mbah Surip. Sugeng tindak, Mbah..! Helikopter itu tak jadi kau miliki,” ujar Nanang Junaedi di account facebooknya.

“Beneran nih Mbah Surip meninggal??? bukan karena kecapekan nggendong kan??,” ujar seorang karyawan sebuah perusahaan komunikasi di kawasan Sudirman, Jakarta.

“Selamat jalan mbah Surip…. meski merakyat.. tapi terus berbahagia,” tulis Ichsan Malik, seorang aktivis NGO dalam akun facebooknya.

“Allah menghadirkan Mbah Surip dengan maksud & tujuan. Sebagai cermin bahwa nilai-nilai kemanusiaan tidak akan hilang meski kesuksesan menyelimutinya. Sebagai cermin bahwa nilai-nilai kesederhanaan tidak akan sirna meski materi mulai mengelilinginya. Mbak Surip bukanlah menyodorkan diri untuk menjadi contoh. Tapi nilai-nilai yg ada pada Mbah Surip adalah cermin yg menarik hati kami untuk menggendongnya kemana-mana…,” ujar Teddy Novianto, Bogor, dalam status Facebooknya untuk mengucapkan bela sungkawa.

“Sedih yaa…?? kan mba surip akhirnya merasakan digendong hehee, digendong malaikat lagi, masalahnya malaikatnya putih ato item:D,” ujar Ine Capucino, seorang publik relation, dalam ungkapan dukanya melalui Facebook.

“@enda nope, tak gendong kemana-mana it’s about the sins we carry everywhere,” ujar Enda Nasution yang populer disebut Bapak Blogger dalam akun Facebooknya.

“Mbah Surip; Sekali berarti…, sudah itu mati! Selamat jalan mbah, semoga segala amal, segala kebaikan bertumbuh kedamaian. Amin.,” ujar Chris, seorang ibu rumah tangga dalam status Facebooknya.

Hampir semua orang dalam situs jejaring sosial menulis ucapan duka cita, simpati, kesan-kesan, dan rasa kehilangannya, terhadap kepergian Mbak Surip.

Ini menunjukkan Mbah Surip sebagai penyanyi jalanan telah sukses, betul-betul sebagai milik masyarakat kebanyakan. Semua orang merasa kehilangan atas kepergian Mbah Surip, yang lagu-lagunya sedang menjadi hit. Diperkirakan ia mengantongi tak kurang dari Rp 4 miliar dari royalti lagu-lagunya.

Mbah Surip, yang aslinya bernama Urip Harianto, diketahui lahir pada tanggal 5 Mei 1949 di Mojokerto, Jawa Timur. Ia seorang duda dan Pergi dengan meninggalkan empat orang anak dan empat orang cucu.

Mbah Surip dikenal dengan joke populernya; ‘peace man, I love you full, ha ha ha…” yang selalu ia ucapkan diatas panggung, atau setiap bertemu dengan teman dan orang yang menyapanya di jalan.

Sejumlah lagu-lagu yang populer karya dari Mbah Surip; Tak Gendong, Tukang Nasi Goreng, Bangun Tidur, Enak Tenan, Witing Tresno (karya Tony Q), Bangun Tidur, I Love You Full, Aku Ganteng, Melody Security, Ujug-Ujug, Dikejar-Kejar, dan Sejarah Cinta.

Mbah Surip meninggal dunia di Rumah Sakit Pendidikan Kesehatan, Jakarta Timur, hari ini Selasa (4/8) pukul 10.30 WIB. Sesuai pesannya, ia akan dimakamkan di Pemakaman Bumi Serpong Damai, Jawa Barat. Saat ini, jenazah masih semayankan dirumah Mamiek Prakoso, pelawak Srimulat, teman terakhirnya ia menghabiskan waktu untuk ngobrol tadi malam, sebelum meninggal pada pagi harinya. WAHYUANA

(http://www.tempointeraktif.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here