Warga Desa Ngentep Nglurug Kejaksaan

0
348

Diduga dana Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dibekukan, perwakilan warga Desa Ngentep, Kecamatan Kawedanan, Magetan, nglurug kejaksaan negeri setempat. Dana Gapoktan yang diduga dibekukan itu nilainya Rp 100 juta. ”Seharusnya, dana itu disalurkan ke petani dalam bentuk pinjaman. Tapi ini tidak,” ujar Nimin, warga Ngentep usai melapor kejaksaan, kemarin (24/5).

Perwakilan warga Desa Ngentep tersebut datang ke kejaksaan didampingi Rasiman Hadi Susilo dari LSM Formel. Mereka berharap lembaga penegak hukum mengusut tuntas. Menurut Rasimin, dugaan pembekuan dana Gapoktan sebesar Rp 100 juta sudah berjalan selama kurang lebih tiga tahun. ”Data pada kami, ada juga yang menerima. Tapi, orangnya tertentu saja,” ungkapnya.

Ketika masalah ini dikonfirmasikan kepada pihak pemerintahan desa, LSM Formel tidak mendapatkan jawaban perihal kepastian pencairan dana tersebut. ”Saat tanya ke desa, disuruh ke kelompok tani. Saat tanya kelompok tani diminta tanya kepala desa. Jadi seperti dipingpong,” ujar Nimin yang dibenarkan Rasimin.

Rasimin menengarai sudah ada permainan tidak sehat dalam kasus dugaan pembekuan dana Gapoktan Rp 100 juta tersebut. Ia mencurigai ada permainan antara kelompok tani dengan pemerintahan desa. ”Di desa tersebut, ada dua kelompok tani yang berada di dua dusun (Dusun Dayah dan Pencol, Red),” ungkap dia.

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Magetan, Wahyudi, yang menerima warga Desa Ngentep berjanji memroses laporan tersebut. ”Prinsip, kejaksaan akan memroses setiap laporan yang masuk,” ungkap Wahyudi. Dia mengatakan, pihaknya akan memelajari kasus Desa Ngentep ini dengan teliti. Termasuk memanggil anggota dan pengurus Gapoktan guna menggali keterangan terkait dengan penggunaan dana Rp 100 juta tersebut. ”Semua butuh proses. Kami segera menggali data dan keterangan tentang dana Gapoktan tersebut.” (rif/isd)

jawapos

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here