Warung Plus Plus Bikin Risih

0
1668

Tidak hanya warga,kalangan DPRD Magetan pun risih melihat keberadaan warung plus plus di kawasan Desa Malang, Kecamatan Maospati.Sebab,dari hari ke hari,deretan kios di jalur Maospati-Ngawi itu terus beralih fungsi. ”Tujuan utama pembangunan memang bagus.Tapi,sekarang telah banyak kios yang berubah fungsi.Kami sangat prihatin dan menyayangkan,”terang anggota DPRD Magetan Widodo Tri Saksono kepada koran ini kemarin (4/5).
Di kawasan tersebut,terdapat 40 kios yang dibangun pemerintah desa setempat.Awalnya,pembangunan kios ini untuk warga sekitar.Namun,lambat laun beralih fungsi menjadi warung plus plus.Ada yang menyediakan karaoke sederhana dan tak ketinggalan diduga menjual minuman beralkohol.Termasuk,tengara menyediakan pekerja seks komersial.

”Kami berharap,segera ada langkah kongkret dari pemkab untuk mengembalikan fungsi semula.Jangan menunggu dan menunggu.Sebab,akan sulit dikembalikan ke fungsi semula jika sudah marak,”terang wakil rakyat dari Partai Amanat Nasional(PAN)tersebut. Menurut anggota DPRD asal dapil Karangrejo ini, berubah fungsi pada dasarnya tidak ada masalah. Asalkan izinnya harus jelas.Sehingga,ada pendapatan yang masuk ke kas daerah maupun desa.”Satpol PP jangan tutup mata.Harus ada koordinasi lintas sektoral untuk pengembalian fungsi semula,”terang Widodo.

Sejak dulu,di daerah tersebut memang dikenal sebagai kawasan remang-remang.Apalagi,juga berdekatan dengan lokalisasi Madusari atau lebih dikenal dengan kompleks Baben.Bila malam,cukup banyak perempuan yang diduga PSK kongkow di tempat ini. Karena itu,Widodo berharap pemkab dan satpol PP segera melangkah.Apalagi,warga sekitar juga meresahkan keberadaan warung plus plus di kawasan tersebut. ”Kalau sudah marak,tentu tidak bagus dan sulit untuk dikembalikan ke tujuan awal pembangunan.”(rif/sat)

radarmadiun

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here